Selasa, 06 Februari 2018 0 komentar

Bila nanti berakhir


Bila nanti berakhir,
Dan kita saling menjauh dan tidak saling mencari
Ingatlah baik baik,
bahwa setidaknyaman apapun akhir dari kisah ini
Aku akan mengingatmu sebagai seseorang yang telah memberiku arti jatuh hati dengan baik

Bila nanti berakhir
Dan mendadak kau ragu dengan rasaku,
Kamu sangat boleh percaya dengan hal ini
Bahwa sebelum aku mengenal senyummu
Dan aku mendengar cerita cerita yang mencanduku
Serta kekagumanku dengan kecerdasan kalimat manismu nan bijak
Aku sangat bersyukur bahwa seseorang yang baik sepertimu sudah mau bersinggah disini

Bila nanti berakhir
Dan kamu mengenang masa disaat aku masih ingin bersamamu meski seberantakan apapun dirimu
Yakinlah,bahwa itu adalah upaya sederhanaku untuk memastikan
Apakah rasamu masih cukup untuk menyayangiku dihari besok dan besoknya lagi ?

Bila nanti berakhir
Dan dikemudian hari kau telah memilih seseorang untuk menjadi penyebab bahagiamu bukan lagi aku,
Maka aku hanya akan berterimakasih padamu 

Terimakasih untuk kisah kasih serta diskusi dan argumen yang menyenangkan dihari itu
Terimakasih telah menolongku dari ide-ide buruk yang hampir membuatku salah
Terimakasih telah mengajariku agar membaik dan semakin membaik
Terimakasih untuk kedewasaan yang membuatku mengerti seperti apa dan bagaimana
Terimakasih telah menjadi pijakanku disaat aku takut dan lemah dari kejauhan
Terimakasih untuk genggaman,perlindungan,serta kepedulianmu padaku
Terimakasih sudah sempat memilihku dari sekian banyaknya dan bersedia untuk singgah meski hanya bertamu lalu pergi lagi

Sungguh,
Aku berterimakasih padamu.
.
Kamis, 01 Februari 2018 0 komentar

Aku Lelah

Adakah cara agar ku tak slalu memikirkan mu? 
Adakah tempat persembunyian dari semua kenangan tentang mu?
Adakah waktu dimana aku bisa sendiri saja tanpa bayang mu? .
.
Mengapa setelah kau sakiti sedalam ini, rasa ku masih tetap sama untuk mu? 
Mengapa setelah kau lukai separah ini, harapan itu masih ada untuk mu? 
Mengapa setelah kau buang begitu saja, rasa ini masih ingin memiliki mu? .
.
Aku lelah, aku sangat lelah dengan diri ku. 
Ingin sekali ku berlari jauh dari diri ini yg telah d campakkan oleh mu. 
Ingin sekali ku berlari meninggal kan diri ku yg terpuruk karna mu. 
Ingin sekali ku berlari melupakan rasa sakit krna kehilangan mu. .
.
Ya Rabb.. tolong ajari aku untuk melupakannya, tolong temani aku menyembuhkan luka ini. 
Karna diri ini ingin belajar mencintai lagi, 
Mencintai dia yg memang di takdirkan untuk ku.
Karna diri ini pun ingin jatuh Cinta lagi. 
Jatuh Cinta pada dia yg memang jodoh ku. .

Selasa, 23 Januari 2018 0 komentar

Aku Rindu

Burung berkicau berbisik di kesunyiannya ..
Hamparan langit menjagaku membiaskan cahayanya ..
Relung berteriak seolah ingin mencari ..

Sosok merah maroon melambai mempesona ..
Seketika nadiku seperti enggan bercengkrama ..
Garis lengkung menyayat setitik dunia imaji ..

Akankah terasa sinar bagai menjelma ..
Seribu langkah menelusuri jejaknya ..
Titik-titik air menetes kebumi ..

-Wahid Masykur

Kamis, 11 Januari 2018 0 komentar

Aku menyesal

Maaf ..
Karena aku yang memaksamu untuk tinggal .
Namun aku juga yang bersenang-senang  dengan cinta yang lain ..

Maaf ..
Karna aku yang memaksamu untuk mengerti aku .
Namun nyatanya, aku yang tidak pernah mau untuk mengerti keadaanmu ..

Maaf ..
Karena aku yang memaksamu untuk hanya melihat kepadaku .
Namun aku dengan bebas menatap mata yang lain .

Maaf ini bukan salahmu, namun salahku .
Aku yang egois, bukan kamu .
Aku yang bersikap seakan tak membutuhkanmu namun nyatanya aku yang paling tersiksa ketika kehilanganmu ..

Aku yang mudah terbawa oleh kesenangan yang sementara yang di hadirkan oleh orang lain, hingga membuatku lupa akan kesetiaanmu yang selalu tercipta untukku ..

Maafkan aku ..
Dan tetaplah hadirkan aku di dalam hatimu ..

Jumat, 05 Januari 2018 0 komentar

Melepasmu

Terkadang sesekali aku berusaha mengingat tentang pertemuan kita yang tak disengaja.
Mungkin memang hanya aku yang masih selalu mengenangnya.
Bagaimana tidak? Aku menganggapnya sebagai kesan yang begitu berharga ..

Karena setelahnya,
Aku mulai berani mendamba.
Menggantungkan harap tanpa terencana.
Kemudian meminta dan menyemogakanmu dalam sebentuk do'a.
Sampai akhirnya, aku sempat merasakan bagaimana sulitnya memperjuangkanmu dalam keadaan sebagai pengagum rahasia.

Menyatakan rasa? Tidak.
Aku tidak bisa seperti mereka,
Yang dengan berani mengejarmu dengan segala upaya.

Aku pernah merasa mencintaimu begitu dalam
Tanpa pernah bisa ku duga, bahwa mungkin saja di kemudian hari, rasa itu akan memudar, atau bahkan hilang

Aku hanya berani memintamu diam-diam
Walau ada banyak luka yang harus tertahan,
Dengan besarnya pilu yang selalu berusaha ku sembunyikan

Tetapi,
Perlahan aku mulai menyadari keberadaannya
Dia. Seseorang yang telah menyandingkan namamu di hatinya

Lantas aku bisa apa?
Kau yang saat itu ku cinta, ternyata selalu menjaga hati lain yang telah kau inginkan sejak lama

Amat sulit menginginkan tempat di hati yang sudah terisi
Cemburu seringkali menguras emosi
Menangis dikala sepi,
Menanti dan berangan tiada henti,
Namun apapun, hanya dirasakan sendiri

Bertahan? Mungkin tidak lagi
Karena memaksakan keadaan hanya akan menyiksa diri

Berjuang?
Ada saatnya untuk berhenti
Jika kenyataan hanya terus menimbulkan pilu yang membelit hati

Bukan tidak lagi peduli,
Bukan tidak lagi mencintai,
Bukan tidak lagi ingin memiliki,
Hanya saja aku ingin belajar menyadari
Bahwa cinta bukanlah obsesi
Dan tidak semua mimpi bisa terjadi secepat seperti apa yang ku inginni

Terimakasih,
Untuk kenangan manis, atau kesempatan mencintai yang memang tidak pernah dengan sengaja kau beri
Dalam keadaanku yang mencintaimu diam-diam,
Ada begitu banyak hal yang ku temukan

Termasuk salah satunya ialah tentang arti sebuah ketulusan
Saat mencintai, yang memang seharusnya tidak mengharap balasan ❤

0 komentar

Kepada Angin Yang Membawa Rindu

Kepada angin ..
Aku titipkan rindu ini bersamamu.
Antarlah ia agar sampai kepada yang di tuju.
Walaupun aku tahu ia tak akan peduli.

Angin ..
Jaga baik baik rindu ini.
Karna hanya lewat angin, dia ini menghantarkan.
Doa yang semoga menghangatkan dia di ujung sana.
Tak perlu balasan, yang penting telah sampai tujuan.

Angin ..
Maaf kali ini kau ku manfaatkan lagi.
Karena bibir tak mampu berucap kata itu lagi.
Situasi yang berbeda telah merubah segalanya.
Iya, diriku tidak lagi dalam ingatannya.
Semoga kau akan selalu membantuku.
Untuk membawa rindu ini.

Tapi jangan kau katakan kepadanya.
Seolah-olah aku masih berharap padanya.
Dan ingin mengulang segalanya.

Tidak, Angin ..
Ini hanya sebatas rindu.
Karna ada hal yang telah hilang dari hidup.
Iya, kebahagiaan kecil yang di buat olehnya ..

 
;